Tiga Bayi Korban Trafficking Diserahkan ke Dinas Sosial

    • Posted: 11-Nov-2017
    blog image

    Tiga Bayi Korban Trafficking Diserahkan ke Dinas Sosial

    Tiga dari empat bayi korban trafficking (perdagangan manusia) yang selama ini dirawat di RSUD Pirngadi pasca penangkapan oleh Polres Belawan, diserahkan Direktur RSUD Pirngadi, Edwin Effendi, kepada Dinas Sosial Kota Medan.

    Penyerahan yang dihadiri Muslim dari KPAID, Widya dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumut, Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) Ranap Sitanggang dilakukan di ruang rapat RSUD Pirngadi.

    Dalam penyerahan itu, Dirut RSUD Pirngadi, Edwin Efendi mengungkapkan, pelayanan kesehatan terhadap bayi korban trafficking seperti ini bisa ditangani, diupayakan dan dilayani sesuai aturan ketentuan yang sesuai dengan kapasitas layanan yang ada di Rumah Sakit Pirngadi Medan.

    “Seperti kita ketahui, fungsi rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan. RS Pirngadi ini merupakan pusat rujukan. Dalam pelayanan sosial ada empat bayi yang dirawat. Dan bayi tersebut belum diberi nama. Tiga anak akan diserahkan melalui dinas sosial. Dan satu lainnya masih dirawat di Ruang Anak RSUD Pirngadi,” kata Edwin, Kamis (12/1/2017).

    Disebutkannya, RS Pirngadi memberikan pelayanan kesehatan terhadap bayi-bayi tersebut. Hal itu sudah dilakukan. Untuk kepentingan lain atau lanjutan sebagai pengasuh prosedurnya ke Dinas Sosial.

    “Waktu itu satu anak dibawa untuk penyelidikan petugas Polsek Belawan. Itu untuk kepentingan penyidikan. Dan sekarang sudah diantar kembali ke Pirngadi. Kini empat bayi, tiga diserahkan ke Dinas Sosial, satu bayi lagi masih dirawat karena masih kekurangan gizi dan sampai saat ini masih menggunakan NGT untuk makan,” paparnya.

    Terkait pertanggungan biaya pelayanan kesehatan terhadap bayi tersebut, Edwin mengungkapkan bahwa pelayanan yang diberikan terhadap bayi adalah masalah sosial. Oleh karena itu, penanganannya juga dilakukan dengan sosial.

    “Fungsi rumah sakit ada fungsi sosialnya. Penanganan masalah sosial dilakukan dengan kebijakan kita untuk membantu. Dan para bayi ini juga banyak yang membantu,” tegasnya.

    Di kesempatan itu pihak PKPA, Ranap Sitanggang mengungkapkan, terkait adanya bayi korban trafficking pihaknya tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

    “Kita juga mengapresiasi pihak rumah sakit yang sudah merawat bayi tersebut,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan pihak KPAID, Muslim. Dikatakannya, setelah ada konfirmasi dari Polsek Belawan pihaknya menghubungi instansi terkait.

    “Kita sangat mengapresiasi penanganan yang dilakukan oleh RS Pirngadi terhadap bayi tersebut,” imbuhnya.

     

    Penulis: Fatimah Siregar

    Editor: Renggono